NARACITRA, Banjarmasin – Waktu boleh berjalan puluhan tahun, tetapi kenangan masa sekolah rupanya tetap menemukan jalannya untuk kembali hidup. Itulah yang terasa dalam suasana hangat halal bihalal dan reuni alumni SMP Negeri 10 Banjarmasin Angkatan 1995 atau Asoka 95 yang digelar di Station Corner Benua Anyar, Minggu (10/5/2026).
Sore itu, satu per satu alumni datang membawa cerita kehidupan masing-masing. Ada yang datang dengan rambut yang mulai memutih, ada pula yang masih membawa gaya bercanda khas masa SMP dulu. Namun ketika sapaan pertama terucap, jarak puluhan tahun seolah runtuh begitu saja.
Tawa spontan pecah di berbagai sudut ruangan. Wajah-wajah yang sempat sulit dikenali perlahan kembali akrab lewat cerita lama yang diangkat satu per satu. Suasana nostalgia pun mengalir hangat, menjadikan pertemuan itu lebih dari sekadar reuni biasa.
Bagi para alumni, agenda halal bihalal tersebut bukan hanya ajang temu kangen, melainkan ruang untuk kembali merawat ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
Salah satu alumni, Gunawan, mengatakan kebersamaan Asoka 95 selama ini terus dijaga melalui berbagai kegiatan silaturahmi yang rutin digelar.
“Hari ini kami bertema singkat, Asoka 95 kita adalah keluarga. Harapannya di tahun mendatang bisa mengumpulkan kawan lebih dari 100 orang walau hanya dengan kesederhanaan, yang penting kumpul dan saling berbagi manfaat terhadap sesama kawan-kawan,” ujarnya.
Menurutnya, esensi sebuah reuni bukan terletak pada kemegahan acara, tetapi pada kesempatan untuk kembali saling mengenal, menyambung komunikasi, dan mempererat hubungan antarsesama alumni.
Kebersamaan Asoka 95 memang bukan cerita baru. Pada reuni tahun sebelumnya di 2025, para alumni juga sempat berkumpul dengan tema “lebih dari sekedar kenangan tapi sebuah keluarga,” yang menggambarkan eratnya hubungan antarsesama angkatan.
Hal serupa juga dirasakan Maisarah. Baginya, momen halal bihalal tersebut menjadi kesempatan berharga untuk kembali melepas rindu bersama teman-teman lama.
“Alhamdulillah, sungguh luar biasa moment halal bil halal sekaligus reuni SMP (Asoka) kita hari ini, senang sekali bisa bersilaturrahmi sekaligus melepas rindu, moment ini menjadi pengingat bahwa berharganya persahabatan dan silaturahmi, semoga bisa berjumpa kembali di kesempatan mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Mukti melihat reuni tersebut sebagai bukti bahwa semangat kebersamaan Angkatan 95 masih tetap terjaga hingga kini.
“Kami datang membawa cerita hidup masing-masing, tetapi dipertemukan kembali oleh satu ikatan yang sama yaitu persaudaraan SMP Negeri 10. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi sesama alumni,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan Julak Abe. Menurutnya, hubungan yang dibangun sejak masa sekolah tidak pernah benar-benar hilang meski waktu terus berjalan.
“Acara ini bukan hanya ajang temu kangen, tetapi momentum untuk merawat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan menegaskan bahwa Angkatan 95 tetap solid,” pungkasnya.
Di tengah kesibukan dan perjalanan hidup yang berbeda-beda, pertemuan sederhana itu menjadi pengingat bahwa persahabatan sejati tidak cukup hanya dikenang. Ia perlu dirawat, dijaga, dan dipertemukan kembali agar tetap hidup dari waktu ke waktu.
Dan di Station Corner sore itu, kenangan lama bukan sekadar dibicarakan—tetapi benar-benar dihidupkan kembali. (Akb)






