SAMARINDA – Di tengah kondisi cuaca yang semakin kering dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, sebuah mata air yang berada di halaman rumah warga di Jalan PM Noor, Samarinda, menjadi salah satu alternatif sumber air bagi masyarakat sekitar.
Mata air tersebut berada di kediaman Efendi, warga Samarinda. Sumber air ini bukan baru ditemukan. Mata air tersebut telah ditemukan dan mulai dieksplorasi sejak 2003 dan hingga kini masih dimanfaatkan.
Sejak pertama kali ditemukan, Efendi secara bertahap mengembangkan dan memanfaatkan sumber air tersebut. Awalnya, air digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Namun, seiring waktu, keberadaan mata air itu juga mulai dimanfaatkan oleh warga sekitar yang membutuhkan pasokan air bersih.
Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering, keberadaan mata air tersebut semakin dirasakan manfaatnya. Air yang keluar dari sumber tersebut tampak jernih dan selama ini digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, Efendi juga menyediakan air dari sumber tersebut bagi masyarakat dengan sistem penjualan. Langkah itu dilakukan untuk membantu warga yang membutuhkan alternatif pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Mata air yang telah dimanfaatkan selama lebih dari dua dekade tersebut menjadi cerita tersendiri di tengah persoalan ketersediaan air bersih. Ketika sebagian masyarakat mulai menghadapi tantangan akibat berkurangnya sumber air dan perubahan kondisi cuaca, sumber air yang berada di lingkungan permukiman ini masih dapat dimanfaatkan.
Bagi Efendi, mata air tersebut bukan sekadar sumber air yang berada di halaman rumah. Sejak ditemukan pada 2003, sumber tersebut secara perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya pun berkembang, dari yang semula hanya untuk kebutuhan keluarga hingga membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat lainnya.
Air dari sumber tersebut juga disebut selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Namun, untuk memastikan keamanan dan kelayakan air sebagai air minum, diperlukan pemeriksaan dan uji kualitas air secara berkala oleh pihak berwenang.
Keberadaan mata air di Jalan PM Noor, Samarinda, juga menunjukkan pentingnya mengenali dan memetakan sumber-sumber air lokal yang masih terdapat di lingkungan masyarakat. Sumber air yang telah dimanfaatkan sejak 2003 ini menjadi salah satu contoh potensi sumber air yang dapat membantu kebutuhan masyarakat, dengan catatan pemanfaatannya tetap memperhatikan kualitas air, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sumber tersebut.(*)




